Wadah pengembangan bakat dan minat generasi muda adalah kegiatan yang bersifat pormal dan non pormal, diantaranya adalah Gerakan pramuka yang tumbuh dan berkembang disetiap pangkalan Gugus depan. Pada hakikatnya gerakan pramuka itu adalah pengembangan moralitas dan kreatifitas yang berbasis alam dan kemanusiaan. Tanpa disadari gerakan pramuka memberikan pondamen bagi peserta didik untuk terus berkarya, mandiri, disiplin dan tanggung jawab. Banyak hal yang patut kita teladani dari pengalaman hidup Bapak Pandu seduania yaitu Lord Robert Baden Powell of Gilwel dalam bukunya “Aids to Scouting “ ( M. Amin Abbas, Pedoman lengkap Gerakan pramuka, 2007), yaitu pembentukan generasi muda dalam membentuk watak dan keberanian serta belajar mengungkap berbagai masalah untuk ditemukan solusinya melalui penyelidikan dan perhitungan
Keberhasilan peserta didik dalam penguasaaan teknik kepramukaan adalah tidak terlepas dari eksistensi dan kreativitas para Pembina dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di setiap Gugus depan, tentunya diawali dengan perencanaan/program yang tersusun secara baik, fleksibel, dan sistimatis sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, sedangkan pedoman penyelenggaraan kegiatannya mengacu kepada Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) sebagai kurikulum yang harus di tempuh. Dasar keberhasilan pendidikan kepramukaan bagi peserta didik beranjak dari pengalaman dan kemampuan para Pembina di masing-masing GUDEP, di bawah pengawasan dan binaan dari KWARRAN sebagai motivator sekaligus wadah aspirasi dari para Mabigus dan Andalan Ranting melalui MUSRAN sebagai policy maker. Implementasi dari suatu keputusan yang mengarah kepada pembentukan kemampuan Pembina adalah mengikut sertakan para Pembina dalam kegiatan KMD, KML, KPD, KPL atau Karang Pamitran . air, persatuan dan kesatuan bangsa, Pancasila, serta kesetiaan/komitmen terhadap Gerakan Pramuka.
Hal senada di sampaikan juga oleh Ka Kwarcab Kuningan, Drs. H. Dadang Supardan, M.Si., dalam pembukaan KML tanggal 24 Juni di Cirahayu Kecamatan Luragung yaitu peningkatan professional dan proforsionalisme guru dalam melaksanakan tugas tambahan diluar pembelajaran formal sebagai Pembina Pramuka. Diharapkan setelah selesai mengikutu Kursus Mahir Tingkat Lanjutan, para Pembina Pramuka mampu meningkatkan Gerakan Pramuka lebih dari sebelumnya, yang di sinyalir bahwa gerakan pramuka pada saat ini terasa kurang bergairah bahkan seakan mati tinggal papan nama. “Mari kita gebyarkan kembali Gerakan Pramuka di pangkalan masing-masing dan kita jadikan Kuningan menjadi kota Gerakan Pramuka sesui dengan harapan dari Mabicab Kuningan, H. Aang Hamid Suganda”.
Dengan berbekalkan semangat dan pengorbanan sebagian Pembina Pramuka rela menunda kesibukan pribadi dan ikut serta dalam kegiatan KML yang dilaksanakan di Cirahayu Luragung tanggal 24 juni s.d 01 Juli 2009
Gerakan Pramuka adalah merupakan wadah pembentukan watak dan mental yang berbasis lingkungan, cinta tanah air dan berazaskan iman dan takwa, sudah barang tentu eksistensi dan aplikasi dari gerakan Pramuka akan dirasakan langsung oleh anggota pramuka itu sendiri dan masyarakat pada umumnya. Harapan langsung ka Kwarcab adalah peningkatan mutu Kepramuka
Hal ini membuktikan bahwa masih adanya rasa tanggung jawab para Pembina untuk lebih meningkatkan Gerakan Pramuka Khususnya di Kabupaten Kuningan, tanpa mengenal usia maupun jabatan. Tidak sedikit kepala SD, SMP, dan SMA, para Pengawas dan guru yang sudah usia lanjut ikut serta dalam kegiatan KML.
Pendidikan memang tak kenal usia dan tak ada batas akhir, asal kita mau dan berjiwa besar untuk mencari dan menggali pengetahuan baik pormal maupun non pormal. Peserta KML adalah para Pembina yang diberikan mandat oleh Mabigus dan sedang dalam masa aktif membina Pramuka di setiap Gugus Depan dalam Satuan (S,G,T,D), dan bertujuan meningkatkan kemampuan dan kecintaan terhadap tanah Generasi penerus akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkatan usia dan menjadi harapan masa yang akan datang sebagai pengganti pucuk kemimpinan di tanah air tercinta ini. Namun sebesar apapun potensi anak bangsa tidak akan berhasil dengan sempurna tanpa arahan dan bimbingan dari pembina dan tentunya pembina tersebut harus membekali dirinya dengan pengetahuan, pengalaman, kreativitas, disiplin dan tanggung jawab. Pengkaderan para pembina bisa dilakukan melalui pelatihan dan kursus yang kerap dilaksanakan oleh LEMDIKA.
NR-Agustus 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar